Jumat, 27 Juni 2008

Inna Lillahi

Kalau Tuhan menganugerahi saya rejeki, tentu saja biasanya saya ucapkan alhamdulillah. Tapi sering juga saya ucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Artinya, segala sesuatu, termasuk rejeki yang saya terima serta diri saya sendiri ini, adalah milik Allah, berasal dari Allah dan kembali juga kepada Allah. Persoalan saya hanyalah bagaimana menentukan cara agar rejeki di tangan saya ini bisa kembali kepadanya melalui proses yang baik serta memproduk kemuliaan nilai hidup. Jadi saya harus memilih dengan seksama apakah rejeki ini saya pakai untuk membiayai keburukan, kejahatan, kemaksiatan atau perusakan sosial. Ataukah saya gunakan untuk memproduksi pertolongan bagi sesama, untuk menciptakan perimbangan ekonomi dengan tetangga, menyumbang keadilan sosial, atau produk-produk lain yang disukai oleh Allah dan para malaikatNya. (Emha Ainun Nadjib/Seri PadangBulan (140)/1999/PmBNetDok)

4 komentar:

Vina Revi mengatakan...

Semoga pilihannya adalah yang kedua dan bukan yang pertama. Amien!

Fahmi FR mengatakan...

ya, semoga...

Anonim mengatakan...

Sebuah masalah besar, memang kalau hidup tak menulis!

Anonim mengatakan...

Sebuah masalah besar, memang kalau hidup tak menulis!