Aku memulai pagi yang baru. Kemarin pagi, tadi pagi, besok pagi, dan pagi-pagi yang akan datang. Aku harus menemani Emak berjualan di pasar. Sebenarnya ini tidak murni aktifitas baru bagiku. Sebelumnya, setiap Minggu pagi aku mendapat giliran ke pasar.
Jujur, aku tidak ada masalah dengan tugas baru ini. Lagi pula tugas ke pasar sekedar menemani saja. Selepas Shubuh aku sudah bisa pulang. Bahkan, aku mungkin harus bersyukur karena dengan begitu setidaknya aku bisa berbuat sesuatu kepada Emak. Betapa durhakanya diriku jika menolak tugas ini. Hampir semua yang aku terima dan ada pada diriku - sandang, pangan, sekolah, kuliah, dan sebagainya - adalah hasil jerih payah Emak berjualan di pasar.
Satu masalah yang harus aku ungkapkan di sini adalah; bangun pagi. Entah mengapa kemudian bangun pagi muncul menjadi seperti hambatan bagiku. Emak berangkat ke pasar sekitar jam 03.30 dini hari. Otomatis aku juga harus bangun jam segitu. Sebenarnya Emak sering menyarankan aku untuk bangun di sepertiga malam terakhir. Emak tidak pernah bosan mengajak agar aku bisa sholat Tahajjud sebagaimana yang biasa ia lakukan tiap hari. "Manfaate dudu kanggo sapa-sapa, kanggo ira dewek." Begitulah ucapan Emak setiap kali menyampaikan ajakannya itu.
Maaf, Mak. Aku belum bisa sepertimu. Bersimpuh dan bersujud di saat orang-orang, termasuk aku, masih tertidur. Emak tahu, untuk bangun jam 03.30 saja aku belum bisa terjaga sendiri. Aku masih harus dibangunkan, diuprak-uprak olehmu. Dengan begitu pun aku masih agak susah. Apakah aku pemalas? Semoga aku akan mulai terbiasa dengan bangun pagi.
Tuhan, mudahkanlah aku untuk bangun pagi...
[ada yang punya jurus jitu untuk bangun pagi? berbagilah denganku. terima kasih]

5 komentar:
[nirmana]..hai..salam kenal juga, ku dah mampir ke blogmu pagi ini..uhhh keren juga isinya. pingin dong blajar bikin tulisan yg bermutu darimu, boleh ya ya ya...?
....hai salm knl.hiii,kalu kamu ingin bangun pagi jurusya ya sebelum tidur jangan lupa aktifin jam beker,trs yang paling penting ya niat yang tulus,karena segala sesuatuya harus di dasari dendan niat yg tulus,kalu tidak pecuma paling2 jam beker berdering.........mash terasa ngatuk matin ehhhhh tidur gi bentar percumakn?yg pling penting niat dari lubuk hati yg paling dalm ok.thx
aisyh
aisyh >> jam beker, alarm di HP, semuanya lewat... hahaha... bener jga sih, beresin niat dulu kali ye.. tq
ahh... tulisan ini menampakan kenangan masa lalu dan terus menari-nari di pelupuk mata.
jadi inget masa-masa dulu....
ya udah mi, ga usah malu minta dibangunin ama emak... dulu aku jg gitu kok...
u/ Kalam: You must be Angyat?!
hmmm... ya gtu deh. Bedanya, yg di rumah ga pke kenangan2, yg udah keluar rumah mungkin iya. Seperti yg saya rasakan selama beberapa bulan waktu kerja di Jakarta. Hehehe...
Blog-nya kosong sih... tadinya mau saya link, lebih sering di MP ya?
tq
Posting Komentar