Minggu, 03 Agustus 2008

Sorry, Gue Golput!

34 partai politik siap berebut suara pada Pemilu 2009 mendatang. Para politisi sibuk tebar pesona membangun citra partai/caleg dengan klaim perubahan, kesejahteraan, kemandirian bangsa, dan sebagainya. Beberapa orang pun mulai sering muncul melalui iklan di TV. Meski dalam iklan tersebut mereka tidak secara langsung menyatakan pencalonan dirinya pada pemilu presiden mendatang. Ada yg bicara tentang kebangkitan nasional, cinta produk dalam negeri, dan lain-lain. Semuanya berharap simpati masyarakat.

Ada yg menarik dari iklan Rizal Malarangeng di TV dgn tag line Save Our Nation itu. Dia bilang begini, "If there is a will. There is a way..." Jika ada kemauan, maka ada jalan. Kira-kira begitulah terjemahannya. Tapi, aku menerjemahkan kalimat tersebut sbg berikut; Jika ada maunya, segala cara akan dilakukan. Ya, begitulah kelakuan para politisi busuk negeri ini.

Terhitung sejak Juli lalu partai-partai tersebut sudah bisa melakukan sosialisasi termasuk kampanye hingga Maret 2009. Gila, 9 bulan man! Udah kayak orang hamil aja yak. Yah, mudah-mudahan Pemilu dgn jangka waktu kampanye kayak orang hamil tsb bisa melahirkan pemimpin/wakil rakyat yg sehat, tidak prematur, tidak cacat, dan tidak punya bakat lahir sbg koruptor.

Pemilu 2004 lalu merupakan awal bagiku mendapat hak suara dalam pemilu. Saat itu aku hanya memilih seorang Caleg dari salah satu parpol. Tapi, utk calon eksekutif aku Golput. Entahlah, bagiku terlalu ngawang-ngawang utk mempercayakan kepemimpinan sebuah negara macam Indonesia ini kepada org2 yg mencalonkan diri menjadi wakil rakyat/presiden itu.

Tapi, aksi Golput yg aku lakukan bukan dengan tidak mendatangi TPS sama sekali. Aku datang ke TPS layaknya masyarakat lain yg akan memberikan suaranya dengan mencoblos. Hal ini aku lakukan karena ada perasaan tidak enak kepada orangtuaku. Mereka bilang, "sebagai warga negara yg baik, saat pemilu ya harus datang ke TPS. Urusan milih siapa, atau golput sekalipun itu urusan kamu. Lagipula, nyoblosnya kan di dalam bilik, ga ada yg tau."

Mulai saat itulah aku memilih utk Golput. Tidak memilih adalah pilihan, kira-kira begitulah alasannya. Satu alasan yang bodohkah? Ya masa bodoh! Berapa pun partainya, gue Golput! Siapapun calonnya, gue Golput! Apapun janjinya, gue Golput!
Bagaimana dengan Anda?

9 komentar:

brainwashed mengatakan...

saya setuju dgn mas fahmi.. dan saya bangga menjadi golput.. karena bagi saya menjadi golput berarti menjadi orang yang ga bisa dibohongi, ga gampang dikibulin, ga gampang percaya sama bualan2 sorga yg cuma terdengar pra pemilu.. abis ntu? kite sama2 tau :D

Vina Revi mengatakan...

Kalo akhirnya yang kepilih adalah yang busuk gara-gara banyak yang golput, gimana dong, Mi?

Anonim mengatakan...

Sikap diam itu "kurang bagus" terutama dalam dua hal: (1) dalam menghadapi penguasa yang lalim; dan (2) dalam menghadapi kemungkaran yang terjadi dalam masyarakat. Sikap"diam" itu menunjukkan sikap terlemah sebuah jihad/perlawanan terhadap penguasa yang buruk,lalim dan korup. Nah, golput itu merupakan sikap "diam" atau bukan ya.......

Anonim mengatakan...

hahaha koq sama persis dengan aku waktu pilkada Jatim kemarin. Kata2 dari ortu-pun sama. plus tambahan "gak enak ama ketua kpps-nya. dia khan udah capek2 ke rumah".

memang, ortu adalah pressure group paling duassyat..

nyoblos untuk kesungkanan sosial ? kenapa tidak ?!

Fahmi FR mengatakan...

@brainwashed: abis ntu apaan, bang? koq ane kagak tau yak? hehehe... piss man!
@vina revi: mudah2an sih ga gitu, bu. tenang aja, don't worry be golput! hahaha...
@1001link: apakah dalam Pemilu kita menghadapi penguasa yg lalim? apakah Pemilu adalah bentuk kemungkaran yg terjadi di masyarakat?
@ainur rohman: pilkada Jatim blm selesai, mas. kayaknya ada putaran kedua deh. golput lagi ta?

Antown mengatakan...

ada rencana golput sampai berapa kali ke depan? ada rencana kamu yang maju jadi pemimpin, Mi? semoga, saya doakan saja....

dee mengatakan...

@ vina revi: nah lo.. bener juga tuh mba... ntar para golput nyesel ga klo yg kepilih adalah calon yg busuk en mata duitan.

@ fahmi: tambah lagi nih anggota golput :)

Fahmi FR mengatakan...

@antown: cukuplah bagiku kelak menjadi pemimpin istri dan anak2ku saja, hehehe...
@dee: ssstt... awas ketauan KPU!

Ciput Mardianto mengatakan...

klo aku masih nggak tau!