"Aku baru saja beli boneka babi warna pink buat pacarku," kata seorang teman kepadaku. "Maksudnya untuk apa?" tanyaku. "Ya, sekedar tanda hubungan aku dengan pacarku aja," jawabnya. "Terus kenapa harus boneka babi, warna pink pula?" tanyaku lagi. "Itu permintaan si dia, bonekanya lucu koq," ujarnya sambil mesam-mesem.
***
Aku lepas memori ke masa lalu. Stop! ingatanku terhenti di zaman SMA. Sepertinya aku juga pernah melakukan apa yg dilakukan temanku itu. Memberi tanda hubungan (pacaran) dgn memberikan sesuatu kepada sang pacar. Tapi, sesuatu apa yg aku berikan kepada pacarku waktu itu? Hmmm.... *pura2 MIKIR*
Ting! Aha... aku ingat, CANGKANG TELOR!? #$gedombrang..^%@!
Ya, waktu itu aku memberikan sebutir telor ayam yg isinya sudah aku keluarkan. Ga modal banget kan...? Tapi ini bukan telor sembarang telor. Meski tidak bisa dimakan, telor ini mengandung makna yg dalam buat hubungan aku dgn si dia.
Supaya terlihat istimewa, aku tuliskan namaku di atas telor tsb dgn sedikit hiasan bunga-bungaan. Niatnya sih pengen buat kayak telor Paskah itu lho... Apa daya, kemampuan menggambarku di atas kertas saja kurang bagus, apalagi harus ngegambar dgn media telor. Jadilah, lukisan telor seadanya itu aku titipkan kepadanya. Alhamdulillah, pacarku mau menerima dan menyimpannya.
"Neng, ini ada sesuatu utk kamu," kataku saat bertemu usai pulang sekolah. "Tolong disimpan ya," lanjutku. Dia mengangguk menerimanya sambil tersenyum. "Tapi dibukanya nanti aja ya klo udah sampe rumah," pintaku sambil mengajaknya beranjak pulang.
Keesokan harinya, pacarku senyum-senyum terus saat bertemu denganku. Mungkin dia merasa aneh dengan pemberianku itu. Kemudian aku mengajaknya mengobrol membahas makna cangkang telor itu. "Tau ga kenapa aku memberikan telor itu," tanyaku membuka obrolan. Dia cuma geleng kepala. Baiklah, akan aku jelaskan. Begini,
Kamu tau, di dalam telor itu ada bagian yg berwarna kuning dan putih. Emak bilang, KUNING TELOR bisa digunakan utk campuran membuat bolu/kue. Peran kuning telor adalah agar bolu/kue terasa LEMBUT, TIDAK KERAS. Oleh karena itu, aku berharap hubungan kita ini diisi dengan rasa cinta yang penuh KELEMBUTAN HATI. Meski kamu agak tomboy, mudah2an sifatmu TIDAK KERAS dalam menjalani hubungan ini.
Kemudian PUTIH TELOR, katanya, bahan yg digunakan utk merekatkan batu-batu di candi Borobudur yg megah itu menggunakan PUTIH TELOR. Sehingga aku berharap hubungan kita bisa saling mendekatkan, merekatkan, menguatkan satu sama lain. Kamu tau, cangkang telor itu sangat rapuh, gampang banget pecah, hancur, dan remuk. Dan seperti itulah masa-masa kita sekarang ini. Masa remaja yg mungkin akan mudah terpengaruh, labil, dgn hal-hal yg dihadapi. Jika telor itu pecah, maka kita putus. Jadi, tolong jaga baik-baik ya.
Sebulan, dua bulan, tiga bulan pacaran berjalan lancar. Hingga pada suatu pagi dia mendatangiku dgn wajah yg murung. "Telornya pecah..." ungkapnya pelan. "Maaf ya..." lanjutnya. Mulai saat itu aku dan dia mulai jarang ketemu, tidak pernah ketemu. Dan saat ketemu, dia sudah menjadi istri orang. Hiks...hiks...
***
Yah, begitulah. Hidup ini dipenuhi simbol dan tanda (tanya). Benarkah simbol muncul karena ketidakmampuan manusia mengatasi kontradiksi yg ada pada dirinya maupun alam semesta? Sehingga kita hanya sibuk mengurusi simbol dan tanda dalam hidup ini. Bahkan sekedar utk mengekspresikan rasa cinta kita? Bagaimana dgn Anda?
***
Aku lepas memori ke masa lalu. Stop! ingatanku terhenti di zaman SMA. Sepertinya aku juga pernah melakukan apa yg dilakukan temanku itu. Memberi tanda hubungan (pacaran) dgn memberikan sesuatu kepada sang pacar. Tapi, sesuatu apa yg aku berikan kepada pacarku waktu itu? Hmmm.... *pura2 MIKIR*
Ting! Aha... aku ingat, CANGKANG TELOR!? #$gedombrang..^%@!
Ya, waktu itu aku memberikan sebutir telor ayam yg isinya sudah aku keluarkan. Ga modal banget kan...? Tapi ini bukan telor sembarang telor. Meski tidak bisa dimakan, telor ini mengandung makna yg dalam buat hubungan aku dgn si dia.
Supaya terlihat istimewa, aku tuliskan namaku di atas telor tsb dgn sedikit hiasan bunga-bungaan. Niatnya sih pengen buat kayak telor Paskah itu lho... Apa daya, kemampuan menggambarku di atas kertas saja kurang bagus, apalagi harus ngegambar dgn media telor. Jadilah, lukisan telor seadanya itu aku titipkan kepadanya. Alhamdulillah, pacarku mau menerima dan menyimpannya.
"Neng, ini ada sesuatu utk kamu," kataku saat bertemu usai pulang sekolah. "Tolong disimpan ya," lanjutku. Dia mengangguk menerimanya sambil tersenyum. "Tapi dibukanya nanti aja ya klo udah sampe rumah," pintaku sambil mengajaknya beranjak pulang.
Keesokan harinya, pacarku senyum-senyum terus saat bertemu denganku. Mungkin dia merasa aneh dengan pemberianku itu. Kemudian aku mengajaknya mengobrol membahas makna cangkang telor itu. "Tau ga kenapa aku memberikan telor itu," tanyaku membuka obrolan. Dia cuma geleng kepala. Baiklah, akan aku jelaskan. Begini,
Kamu tau, di dalam telor itu ada bagian yg berwarna kuning dan putih. Emak bilang, KUNING TELOR bisa digunakan utk campuran membuat bolu/kue. Peran kuning telor adalah agar bolu/kue terasa LEMBUT, TIDAK KERAS. Oleh karena itu, aku berharap hubungan kita ini diisi dengan rasa cinta yang penuh KELEMBUTAN HATI. Meski kamu agak tomboy, mudah2an sifatmu TIDAK KERAS dalam menjalani hubungan ini.
Kemudian PUTIH TELOR, katanya, bahan yg digunakan utk merekatkan batu-batu di candi Borobudur yg megah itu menggunakan PUTIH TELOR. Sehingga aku berharap hubungan kita bisa saling mendekatkan, merekatkan, menguatkan satu sama lain. Kamu tau, cangkang telor itu sangat rapuh, gampang banget pecah, hancur, dan remuk. Dan seperti itulah masa-masa kita sekarang ini. Masa remaja yg mungkin akan mudah terpengaruh, labil, dgn hal-hal yg dihadapi. Jika telor itu pecah, maka kita putus. Jadi, tolong jaga baik-baik ya.
Sebulan, dua bulan, tiga bulan pacaran berjalan lancar. Hingga pada suatu pagi dia mendatangiku dgn wajah yg murung. "Telornya pecah..." ungkapnya pelan. "Maaf ya..." lanjutnya. Mulai saat itu aku dan dia mulai jarang ketemu, tidak pernah ketemu. Dan saat ketemu, dia sudah menjadi istri orang. Hiks...hiks...
***
Yah, begitulah. Hidup ini dipenuhi simbol dan tanda (tanya). Benarkah simbol muncul karena ketidakmampuan manusia mengatasi kontradiksi yg ada pada dirinya maupun alam semesta? Sehingga kita hanya sibuk mengurusi simbol dan tanda dalam hidup ini. Bahkan sekedar utk mengekspresikan rasa cinta kita? Bagaimana dgn Anda?
2 komentar:
Lagian kamu juga iseng banget, Mi. Kenapa kudu cangkang telor, coba? Kan susah banget ngjagainnya supaya nggak pecah ...
@vina revi: murah meriah, bu! alias ga perlu keluar modal gtu! Hihihi...
Posting Komentar